Outbox_Banner2

KLIK SALAH SATU UNTUK INFORMASI LEBIH DETAIL!

profilprogrambiayadoenloadbuku tamu

poster1

Bismillahirrohmanirrohim..
MERDEKA!!!

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia
terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya
kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini
tentara inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet
yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua
kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan
menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara jepang
mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan
mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera puitih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka

Saudara-saudara
di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan
bahwa rakyat Indonesia di Surabaya
pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku
pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi
pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali
pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan
pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera
pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di surabaya ini
di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing
dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung
telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol
telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana

hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara
dengan mendatangkan presiden dan pemimpin2 lainnya ke Surabaya ini
maka kita ini tunduk utuk memberhentikan pentempuran
tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri
dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya

Saudara-saudara kita semuanya
kita bangsa indonesia yang ada di Surabaya ini
akan menerima tantangan tentara inggris itu
dan kalau pimpinan tentara inggris yang ada di Surabaya
ingin mendengarkan jawaban rakyat Indoneisa
ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indoneisa yang ada di Surabaya ini
dengarkanlah ini tentara inggris
ini jawaban kita
ini jawaban rakyat Surabaya
ini jawaban pemuda Indoneisa kepada kau sekalian

hai tentara inggris
kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu
kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu
kau menyuruh kita membawa senjata2 yang telah kita rampas dari tentara jepang untuk diserahkan kepadamu
tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita
untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada
tetapi inilah jawaban kita:
selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah
yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih
maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah! keadaan genting!
tetapi saya peringatkan sekali lagi
jangan mulai menembak
baru kalau kita ditembak
maka kita akan ganti menyerang mereka itukita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka

Dan untuk kita saudara-saudara
lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka
semboyan kita tetap: merdeka atau mati!

Dan kita yakin saudara-saudara
pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita
sebab Allah selalu berada di pihak yang benar
percayalah saudara-saudara
Tuhan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
MERDEKA!!!

 

Selamat Hari Pahlawan untuk seluruh pejuang, baik yang telah pergi maupun yang masih-sampai saat ini-berjuang untuk benar-benar memerdekakan rakyat indonesia dari segala bentuk penjajahan!

“sumber”

JAKARTA, KOMPAS.com – Ide dijadikannya hasil UN sebagai salah satu penilaian SNMPTN kiranya semakin “terang”, hanya saja masih membutuhkan upaya serius pemerintah dan berbagai pihak terkait, terutama soal kredibilitasnya.

Wacana tersebut dikemukakan oleh Ketua Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Haris Supratno di sela paparan program 100 hari kerja Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), di Jakarta, Jumat (6/11), oleh Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh.

Haris mengatakan, sebetulnya wacana Ujian Nasional (UN) terintegrasi SNMPTN bukan hal baru. Wacana ini sudah dimunculkan sejak 2008 lalu oleh Mendiknas Bambang Sudibyo. Depdiknas merancang target, integrasi UN-SNMPTN dilaksanakan pada 2012 mendatang.

“Khususnya melihat hasil UN di SMA dan MA yang belum kredibel, masih banyak kebocoran di sana-sini,” ujar Haris.

Menurut Mendiknas Muhammad Nuh, integrasi UN-SNMPTN merupakan salah satu upaya Depdiknas berkaitan dengan Reformasi Birokrasi Pendidikan Jilid II di bawah kepemimpinannya. Polemik tentang UN, kata Nuh, tidak akan pernah selesai, karena masing-masing pihak yang pro dan kontra akan terus berpegang teguh pada pendiriannya.

“Yang tahu kualitas siswa itu adalah guru, ya sudah, serahkan saja kepada gurunya. Itu menurut mereka yang kontra, tetapi tidak akan begitu kalau menurut yang pro,” ujar Mendiknas.

Mendiknas bilang, saat ini yang paling penting dilakukan adalah membuat UN yang kredibel. Beberapa variabel untuk mencapai itu, kata Mendiknas, mulai dari substansi soal yang akan diujikan, kualitas pelaksanaan, serta model evaluasi semua perjalanan UN hingga akhir. Ketiga hal itulah yang tengah diupayakan oleh Depdiknas.

 

“sumber”

JAKARTA, KOMPAS.com — Wacana tersebut dikemukakan oleh Ketua Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Haris Supratno di sela-sela paparan program 100 hari kerja Departemen Pendidikan Nasional di Jakarta, Jumat (6/11), oleh Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh.

Pada Jumat (30/10), kata Haris mengatakan bahwa para perwakilan perguruan tinggi berkumpul di Denpasar, Bali, untuk membahas wacana integrasi UN-SNMPTN. Hadir dalam pertemuan itu, enam perwakilan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Mataram (Unram), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Haris menuturkan, dari pertemuan itu disepakati, para dosen dan pakar pendidikan perguruan tinggi bisa mempertimbangkan terintegrasinya UN dan SNMPTN dengan syarat, kredibilitas UN telah dapat dipertanggungjawabkan.

Namun untuk mencapai hal itu, Haris mengatakan bahwa perguruan tinggi akan terlibat ke dalam UN secara fungsional. Pada UN sebelumnya, keterlibatan mereka masih bersifat kerja sama dengan pihak penyelenggara atau panitia UN, yaitu Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

“Kali ini kita akan terlibat pada semua proses UN mulai dari penyusunan, pelaksanaan, dan evaluasinya. Ini integrasi bertahap, tidak bisa langsung jadi sehingga terus kita perbaiki tahap demi tahap sampai benar-benar kita anggap kredibel,” tambah Rektor Universitas Negeri Surabaya ini.

Haris mengatakan, integrasi UN-SNMPTN baru bisa berlaku selambat-lambatnya pada 2010.

 

“sumber”

Logo_Gerakan_Indonesia_Membaca_-_Klub_GuruSurabaya (ANTARA News) – Budaya membaca masyarakat Indonesia terendah di antara 52 negara di kawasan Asia Timur berdasarkan data yang dilansir Organisasi Pengembangan Kerja Sama Ekonomi (OECD).

Menurut Kepala Arsip dan Perpustakaan Kota Surabaya, Arini, dalam seminar “Libraries and Democracy” di Surabaya Rabu, OECD juga mencatat 34,5 persen masyarakat Indonesia masih buta huruf.

“Karena itu, pengembangan minat baca merupakan solusi yang tepat,” kata Arini dalam seminar yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Universitas Kristen Petra Surabaya, Goethe -Institute Indonesien, dan  Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII) itu.

Apalagi, katanya, anak SD yang dibiasakan dengan budaya baca dan tulis memiliki prestasi tinggi dibanding anak SD yang selama enam tahun tidak dibiasakan dengan budaya baca dan tulis.

Menurut dia, pembiasaan membaca dan menulis itu harus dilakukan dengan program pemaksaan pinjam buku di perpustakaan, lalu diberi tugas membuat kesimpulan dari buku yang dipinjam.

“SD swasta yang melaksanakan hal itu umumnya memiliki prestasi yang sangat memuaskan dibandingkan sekolah negeri yang belum memiliki kebiasaan itu,” katanya.

Oleh karena itu, katanya, Perpustakaan Kota Surabaya mengembangkan program serupa, di antaranya membuka perpustakaan selama tujuh hari dalam seminggu.

“Kami juga mengembangkan program pembinaan perpustakaan yang ada dengan pengadaan 157.095 buku setiap tahunnya, sekaligus melatih pustakawan yang ada,” katanya.

Program lain yang sangat penting adalah pengembangan “Sudut Baca” di berbagai kawasan publik seperti puskesmas, balai kelurahan, perkantoran, perusahaan, dan pusat-pusat keramaian.

“Karena itu, kami merancang rancangan peraturan daerah untuk penyediaan fasilitas sudut baca di berbagai lokasi layanan publik di Surabaya,” katanya.

Senada dengan itu, pakar perpustakaan dari Jerman Hermann Rosch menyatakan, perpustakaan itu menunjang pembelajaran sepanjang hidup, pengembangan pandangan yang tak muncul di permukaan, dan mendukung transparansi.

“Perpustakaan itu tidak hanya berfungsi pendidikan, tapi juga sosial, politik, dan informasi. Fungsi sosial terkait dengan pengembangan emansipasi, sedangkan fungsi politik terkait dengan kompetisi ide dan transparansi. Untuk fungsi informasi terkait dengan upaya mendorong keterbukaan dalam masyarakat,” katanya.

(www.antaranews.com)

n165180889689_8851Hajatan terbesar para pecinta buku di Indonesia kembali digelar, tetapi tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Kalau biasanya rame dengan publikasi, kali ini hajatan digelar dengan minim sekali publikasi. Entah apa yang terjadi, kalau biasanya spanduk-spanduk yang memberitakan indonesia book fair terpasang di setiap pojok kota, kali ini web resmi pun mereka tidak ada, padahal ada blog yang jelas-jelas gratis untuk bisa dimanfaatkan.

Gelaran dilakukan bersamaan dengan INDOCOMTECH 2009, pada tanggal 4-8 November 2009. bertempat di JCC (Assembly Hall 1,2,3 – Main Lobby – Plenary Hall (Grd Flr) – Exhibition) bertetanggaan dengan INDOCOMTECH. Para penikmat buku sudah bisa memasuki ruang pameran pukul 10.00 pagi.

Memasuki usia yang ke-29 diharapkan Indonesia Book Fair terlihat lebih gagah dalam mengelar even tahunan ini, tidak malah terlihat renta seperti sekarang ini.

Agenda lengkap Indonesia Book Fair 2009:

EXHIBITION:
4-8 November = Bazaar Komik-komik Indonesia

WORKSHOP KOMIK “GRATIS” :

Rabu, 4 November 2009 ( 14.00 – 16.00)
Membuat Design Karakter

Kamis, 5 November (14.00 – 16.00)
Membuat Komik Strip

Jumat, 6 November (14.00 – 16.00)
Membuat Flip Book (studio Lanting)

Sabtu, 7 November (14.00 – 16.00)
Dasar 2 Membuat komik jadi animasi (studio Lanting)

Daftarkan segera: akademisamali@yahoo.com
or telp ke Errie (021 996.26.056)

DISKUSI :
Main Lobby Indonesia Book Fair
Kamis 5 November 2009

Pk 19.00-20.30 WIB

“Jogja Dalam Komik Indonesia”

Pembicara :
1. Hasmi
2. Hikmat Darmawan

Moderator: Surjorimba

Minggu, 8 November (10.00 – 12.00)
Meet & Greet Komikus-komikus “Cintaku tertambat di Facebook”

icon-layoutSalah satu even IT terbesar di Indonesia kembali diadakan, seperti biasanya Indocomtech 2009 akan menguasai JCC – Senayan. Kali ini 5 hari penuh JCC – Senayan akan dipenuhi oleh maniak-maniak IT Indonesia, khususnya Jakarta. Pameran akan diadakan pada tanggal 4 – 8 November 2009.

Pameran kali ini akan menjadi ajang pamer kekuatan dari vendor-vendor ternama, mungkin semua vendor ikut ambil bagian dalam pameran kali ini. Lewat update terakhir dari penyelenggara, semua tempat hampir pasti terisi. Bahkan seperti biasanya juga, bursa komputer di Harco Mangga Dua pindah tempat ke JCC – Senayan untuk sementara, selama pameran berlangsung.

Dengan tiket 5.000 rupiah per orang per masuk (10.000 untuk weekend), pengunjung sudah bisa menikmati sajian IT terbaru yang berkembang di Tanah Air bahkan di dunia. Komputer-komputer kelas wahid didatangkan, bukan cuma untuk ditonton, tetapi pengunjung bisa juga mencoba menikmati sensasinya. Produk-produk terbaru dijajarkan untuk menunjukan persaingan antar vendor.

Bagi anda yang sudah memiliki buget untuk berburu produk terbaru, selamat berburu produk yang anda inginkan, bagi anda yang masih belum tidak ada salahnya juga untuk berkunjung. Pameran sendiri mulai beraktifitas pada pukul 09.50 s.d 20.55, biasanya untuk weekend waktu bisa lebih panjang.

Selain pameran, banyak juga agenda yang tidak kalah menarik bagi pengunjung. Seperti lomba, seminar, workshop, dll. untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi situs resminya disini!

Jakarta – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh berjanji akan memberikan 10.000 beasiswa bagi siswa dari keluarga miskin dan kurang mampu. Mendiknas bahkan memasukan program ini dalam 100 hari kinerjanya.
“Beasiswa akan diberikan pada 10.000 anak SMA (sekolah menengah atas) atau SMK (sekolah menengah kejuruan) dari keluarga miskin, tetapi punya potensi akademik,” tegas Muhammad Nuh di sela-sela Temu Nasional (National Summit) di Jakarta kemarin.

Selain membarikan beasiswa, Mendiknas juga berjanji akan meningkatkan kualitas guru dan pengajar. Perbaikan pendidikan di Indonesia tidak hanya butuh peningkatan kualitas sarana, tetapi juga kompetensi dan kualitas pengajar. “Kalau pun fasilitas ada, tetapi kualitas guru tidak sesuai standard, akan sia-sia semuanya,” paparnya.
Mengenai ketersedian tenaga pengajar dan guru, Mendiknas menegaskan tidak akan menambah jumlah guru. Menurut dia, jumlah guru yang ada saat ini sudah lebih dari cukup. Hanya saja, yang menjadi persoalan adalah pola sebaran yang tidak merata. “Jumlah guru kita sudah cukup, tapi masalahnya distribusi tidak merata. Ada daerah yang kelebihan guru dan ada yang kekurangan,” paparnya.

Kualitas dan kompetensi guru juga belum merata. M Nuh menyatakan, selama ini terjadi disparitas dari segi kewilayahan dan status sosial. “Depdiknas ke depan akan memperkecil disparitas itu tanpa mengorbankan guru yang sudah berkualiatas,” tegasnya.

Sebelumnya Direktur Profesi Pendidik Depdiknas Achmad Dasuki menyatakan, saat ini disiapkan Peraturan Pemerinitah (PP) tentang Pendistribusian Guru. PP ini akan digunakan sebagai landasan hukum untuk memeratakan sebaran guru. “Sedang disiapkan aturan untuk redistribusi guru. Tanpa PP, Depdiknas tidak bisa mendistribusikan guru-guru ke daerah. Sejak diterapkan desentralisasi, guru itu sepenuhnya milik bupati,” kata dia. Achmad mengatakan, jumlah guru yang ada saat ini sebenarnya sudah cukup memadai. Hanya saja, pola sebaran tidak merata”.

(www.seputar-indonesia.com)