JAKARTA, KOMPAS.com — Wacana tersebut dikemukakan oleh Ketua Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Haris Supratno di sela-sela paparan program 100 hari kerja Departemen Pendidikan Nasional di Jakarta, Jumat (6/11), oleh Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh.

Pada Jumat (30/10), kata Haris mengatakan bahwa para perwakilan perguruan tinggi berkumpul di Denpasar, Bali, untuk membahas wacana integrasi UN-SNMPTN. Hadir dalam pertemuan itu, enam perwakilan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Mataram (Unram), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Haris menuturkan, dari pertemuan itu disepakati, para dosen dan pakar pendidikan perguruan tinggi bisa mempertimbangkan terintegrasinya UN dan SNMPTN dengan syarat, kredibilitas UN telah dapat dipertanggungjawabkan.

Namun untuk mencapai hal itu, Haris mengatakan bahwa perguruan tinggi akan terlibat ke dalam UN secara fungsional. Pada UN sebelumnya, keterlibatan mereka masih bersifat kerja sama dengan pihak penyelenggara atau panitia UN, yaitu Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

“Kali ini kita akan terlibat pada semua proses UN mulai dari penyusunan, pelaksanaan, dan evaluasinya. Ini integrasi bertahap, tidak bisa langsung jadi sehingga terus kita perbaiki tahap demi tahap sampai benar-benar kita anggap kredibel,” tambah Rektor Universitas Negeri Surabaya ini.

Haris mengatakan, integrasi UN-SNMPTN baru bisa berlaku selambat-lambatnya pada 2010.

 

“sumber”